Sunday, 8 April 2012

Foto Landscape: Basic

Ini foto pantai di Perkemahan Big4, Kiama. 2 foto saya gabung, maklum ndak punya lensa super wide. Masing-masing foto pake f/8 dan speed 30 detik. Foto: Radityo Widiatmojo.
What is landscape?
Di sekolah saya di North Point, saya diharamkan mengartikan vocab baru dengan bahasa kamus. Mengerti makna jauh lebih esensial dari pada tahu artinya doang, kata pak guruku. Jadi mengerti makna "Foto LANDSCAPE" adalah hal pertama yang harus dilakukan sebelum melangkah lebih jauh. Foto Landscape adalah sebuah imaji yang menyajikan sebuah hamparan pemandangan. Imaji yang dihasilkan bukan hanya sekedar foto pemandangan, namun harus bisa menterjemahkan nilai-nilai estetika, etika dan efek sebuah foto landscape. Landscape adalah buah dari ekspresi pribadi, kita harus menggunakan emosi, ide dan konsep serta referensi simbol sebagai medium untuk berkomunikasi (Sah, 2009). My landscape photograph should be as beautiful as i see.


Who is doing this kind of photograph?
Yang jelas orang-orang yang suka dengan landscape, apapun landscapenya. Biasanya saya sebut "Landscaper". Bukan hanya fotografer yang memotret landscape. Penulis, backpacker, traveller, peneliti butuh foto landscape untuk kepentingan mereka. Siapakah fotografer landscape yang anda ketahui dan menjadi favorit anda? Kalo saya Ansel Adams.
Landscape bagi saya itu lukisan alam yang kita capture. Speed 1/400; f/8. Foto: Radityo Widiatmojo
When we photograph it?
Motretlah saat matahari mau terbit sampai naik, lalu sebelum matahati tenggelam sampai menjelang malam. Ada yang memberi istilah "Golden Hours" atau "Blue Hours". Saat-saat itu memang bagus untuk mendapatkan imaji yang sempurna untuk sunset atau sunrise. Namun, bagi Landscaper kapanpun bisa memotret landscape bahkan malam hari. Landscape tidak terbatas waktu bung.
Foto landscape malam hari sangat menarik lho, dengan long exposure kita akan mendapat hasil foto yang tak terduga, terutama warna. Foto ini pake tripod, speed 30 detik, f/5,6; ASA 800. Foto: Radityo Widiatmojo
Where do we should take a landscape photos?
Dimanapun bisa kita lakukan. Di kota, pantai, hutan, gunung dan semua tempat yang memiliki hamparan. Dimana-mana bisa bung. Intinya jangan terpaku pada alam.

Why they do it?
Pernahkah anda bertanya pada teman anda mengapa suka foto landscape dan mau diapakan foto landscape yang sudah ada? Yang sering kita lihat adalah di kalender kan. Bukan hanya itu, di zaman digital sekarang, banyak media-media cetak maupun elektronik yang membutuhkan foto landscape. Jadi kita bisa menjadi kontributor freelance buat majalah-majalah yang butuh. Atau, kalau anda konsisten menangkap imaji kota anda sendiri akan menjadi sebuah dokumentary bagus ketika sudah menjadi satu project. Kita bisa melihat perubahan yang terjadi. Ansel Adams menggunakan foto landscape sebagai medium untuk menjelaskan ZONA SYSTEM. Bagaimana dengan anda para fotografer muda???

How they create a beautiful landscape?
Menurut John Shaw "David says that a bad photograph is a paragraph; a good photograph is a sentence; a great photograph is a phrase and The more you simplify your vision, the stronger your images will be". Siapa John Shaw? Dia adalah fotografer landscape yang sudah sangat lama, mulai jaman film sampai sekarang. Dia juga seorang penulis, sudah 6 buku fotografi yang sudah dia tulis.
Tips dari John Shaw bisa dilihat disini. Mengapa semua orang hebat selalu memiliki inisial "J"???

Berikut adalah teknis dasar dalam foto landscape:
  1. Ingat aturan Komposisi sepertiga.
  2. Adanya garis imajiner, atau perspektif akan membuat foto kita lebih dinamis.
  3. Jangan lupa motret dengan format horizontal dan vertikal.
  4. Bagi beberapa orang, memasukkan unsur manusia ataupun jejaknya akan membuat foto lebih hidup, namun ada juga yang suka murni landscape.
  5. Selalu komplit dalam motret: Wide, Medium Close dan Close-up.
  6. Gunakan tripod dan shutter release saat motret dengan teknik slow speed.
  7. Jangan terlena dengan slow speed, saat matahari sudah naik cobalah motret dengan bebas tanpa tripod dan shutter release.
  8. Penggunaan diafragma 8 - 32. Bukan patokan, namun logikanya adalah mendapatkan fokus yang tajam. Penggunaan diafrgama 1,8 - 5,6 hanya untuk kepentingan close-up.
  9. Metering bisa di-Under-kan 1,5 stop dari langit (cara lama). Sekarang kita bisa bracketing dengan perbedaan 1 stop setiap framenya. Maksimalkan fasilitas bracketing dalam kamera.
  10. Apapun body kamera anda, pastikan kualitas lensanya tajam. 
  11. Varian lensa: 8mm, 14-22mm, 17-50mm, 70-200mm, 300mm, 400mm. Maksimalkan lensa yang kita punya dulu, baru nambah alat. Jika ingin bener2 serius ya monggo tumbas semua varian lensa termasuk lensa macro.
  12. Paham akan cuaca, tau arah angin, intinya bisa membaca cuaca sekarang dan esok. Harus rajin-rajin ke webnya BMKG.
  13. Bawa bekal makanan dan minum yang cukup.
  14. Sedia ponco sebelum hujan. Minimal bawa tas kresek yang gede buat bungkus kamera.
  15. Jangan buang sampah sembarangan saat hunting, atau hasil foto anda akan jelek.
Semoga bermanfaat,
2w_^
Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...