Monday, 6 May 2013

Apa itu Street photography?

Dulu, awal orientasi masuk sekolah, saya di tanya oleh salah satu pengajar, "what sort of photography do you like?" Dengan santai saya jawab, "documentary..." Lalu pengajar lain bertanya "ehmm kind of street photography did you mean?" Dengan pede saya jawab "YES". Padahal saat itu saya tidak pernah melakukan street photography sebelumnya. Kemudian ditanya lagi, "Who is your favorite street photographer?" Saya menjawab Boljug dan Matt Stuart, karena saya tahu karya-karya mas Boljug yang keren-keren saat presentasi di mamipo (Malang Meeting Point) dan Matt Stuart itu nama yang saya kenal dari mas Boljug.

Sejak orientasi itulah saya mulai mencari tahu lebih dalam apa itu street photography. Mulai dari googling fotografer street sampai mencari e-book tentang street. Sayapun mendapati 2 nama fotografer yang membuat saya tertarik dengan street photography, yaitu Henri Cartier Bresson dan Trent Parke. Sebenarnya saya sudah mengetahui 2 nama tersebut, namun saya tidak pernah melakukan penelitian lebih lanjut tentang latar belakang mereka. Merekalah yang menginspirasi saya untuk mendalami street photography.

Tidak ada definisi khusus yang membahas apa itu street photography. Jika dilihat dari terminologi bisa dikatakan aktifitas motret di jalanan. Setiap orang yang melakukan street photography pasti memiliki ketertarikan tersendiri akan suatu hal. Ada yang mencoba menangkap ekspresi spontan di jalanan, ada yang tertarik dengan urban landscape, ada yang tertarik dengan fashion di jalanan, ada yang tertarik dengan still life di jalanan, ada yang tertarik dengan bahasa tubuh di jalanan, ada yang tertarik ama bayangan dan masih banyak lagi.

Jika dikaji dalam segi visual, foto-foto street bisa dimasukkan sebagai salah satu medium untuk menyampaikan sebuah pesan, medium untuk mengabadikan suatu perubahan di sebuah tempat, sebagai bukti otentik sejarah suatu wilayah, sebagai medium perekam aktifitas manusia dalam kesehariannya. Apa yang terjadi di jalanan merupakan sebuah aktifitas sosial yang kelak suatu saat menjadi bersejarah. Hal ini di lakukan oleh Henri Cartier Bresson, dimana dia menggunakan pendekatan street untuk mengabadikan dan merekam sejarah perkembangan kota Paris dan juga kota-kota lainnya yang pernah dia kunjungi.

Saya pribadi lebih tertarik menangkap momen-momen kesendirian di jalanan. Namun pada umumnya saya motret apapun yang menarik di jalanan. Intensitas motret di jalanan akan mengasah kemampuan anda dalam menangkap momen dan mengerucutkan apa yang mau anda visualkan.

Semoga bermanfaat, tetap hangat
2w_^

Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...